Wednesday, 8 March 2017

Sahabat Selamanya



#112
SAHABAT SELAMANYA
Risa Pratiwi

Namaku Syira. Aku duduk di kelas dua SMP. Aku memiliki seorang teman perempuan bernama Cinta. Bukan sekadar teman, tapi sahabat. Iya, sahabat. Walaupun dia sangat berbeda denganku, bahkan berbeda dari teman-temanku yang lain. Dia perempuan yang cuek terhadap penampilannya, bahkan terkesan sedikit nakal. Dia berkali-kali dihukum guruku gara-gara tidur di kelas.
            “Cinta!” teriak Bu Anya, guru matematika.
            “Eh.. iya, Bu” Cinta terbangun dari tidurnya. Sontak semua murid di kelasku menertawakan Cinta. Lagi-lagi Cinta dihukum Bu Anya untuk berdiri di depan.
            Bel pun berbunyi, tanda pulang sekolah sudah tiba. Seperti biasa, aku dan Cinta pulang bersama-sama menggunakan sepeda. Jarak rumahku dengan rumah Cinta memang tidak terlalu jauh. Kebetulan hari ini hari Sabtu. Biasanya, setiap malam minggu Cinta tidur di rumahku. Entah untuk sekadar berbincang-bincang lebih lama, curhat, bahkan belajar bersama. Saking seringnya menginap di rumahku, bahkan Cinta sudah dianggap ibuku seperti anaknya sendiri. Karena ayahku bekerja di kota, jadi ayahku tidak begitu mengenal Cinta.
            “Syira, tungguin aku, ya. Aku sekalian ke rumahmu aja. Ini kan udah sore” ujar Cinta setelah sampai di depan rumahnya.
            “Okay” jawabku.
            Tak lama kemudian, aku dan Cinta bergegas berjalan ke rumahku. Sesampainya di rumah, ibuku sudah menyambut dengan menu makan yang spesial.
            “Eh, Nak Cinta. Masuk-masuk siniii. Ibu sudah siapkan makanan kesukaan kalian” sapa ibuku.
            Setelah aku mandi, kamipun makan bersama di meja makan. Kebetulan sudah sore, jadi sekalian untuk makan malam. Menu favoritku dan Cinta adalah soto. Soto buatan ibuku adalah yang terenak di dunia.
            Malamnya, aku belajar bersama Cinta. Kami belajar matematika.
            “Cinta, kamu ganti style dong. Biar lebih cewek gitu. Yaa paling nggak kan lebih rapi” ujarku membuka obrolan.
            “Ogah ah. Nanti kalau udah waktunya aku bakalan lebih cantik dari kamu. Hahaha..” jawab Cinta. Cinta memang selalu cuek terhadap dirinya sendiri.
            “Ya udaah. Kalau gitu, kamu jangan hobi tidur di kelas lagi dong. Kamu tunjukin ke mereka kalau sebenarnya kamu nggak seburuk yang mereka kira. Buktinya, kamu mau belajar malem-malem sama aku”
            “Iya iyaaa. Ngoceh mulu. Nggak jadi belajar malahan nanti”
            Malam semakin larut, aku dan Cinta memutuskan untuk tidur.
            Seninnya, aku dan Cinta kembali bersekolah seperti biasanya. Tapi, seperti ada yang lain dari Cinta. Dia terlihat sangat ceria. Ada apa ya? Aku memutuskan untuk bertanya langsung kepada Cinta.
            “Cinta, kamu kenapa sih? Kayaknya lagi ceria banget?” tanyaku.
            Hehe.. iya. Soalnya, aku mau dibeliin motor sama orangtuaku. Akhirnyaa.. Setelah sekian lama. Nanti kalau udah dibeliin, trus aku udah mahir pakai motor, aku boncengin kamu deh kalau sekolah. Gratis tis tis” jawab Cinta yang terlihat sangat bahagia.
            “Waaah.. Alhamdulillah. Hihihii..”
            Beberapa hari ini, aku tidak berangkat dan pulang sekolah bersama Cinta. Cinta sedang sibuk berlatih motor bersama ayahnya. Jadi setiap berangkat dan pulang sekolah Cinta diantar oleh ayahnya sambil berlatih mengendarai motor.
            Setelah beberapa hari Cinta berlatih motor bersama ayahnya, aku lihat Cinta sudah berani mengendarai motor sendiri ke sekolah. Tapi dia belum berani memberiku tumpangan karena masih dalam masa latihan.
            “Eeeem... Syir?” Panggil Cinta kepadaku, saat jam istirahat.
            “Apa, Cin?” jawabku.
            “Kayaknya, aku nggak bisa nebengin kamu deh. Maafin ya”
            “Nggapa kali, Cin. Kan kamu masih latihan. Kamu kok jadi canggung gitu sih?” Tanyaku heran.
            “Hehe.. nggapapa, Syir.”
            Beberapa hari ini Cinta terlihat beda, dia tampil lebih rapi dan wangi. Apa karena efek sudah memiliki motor baru? Mungkin begitu. Tapi, intinya dia beda. Dia lebih rapi bahkan rajin. Dia tidak tidur di kelas lagi.
            “Syira, aku punya sesuatu buat kamu” kata Cinta.
            “Apa, Cin?” tanyaku.
            “Ini buat kamu. Biar kamu nggak lupa sama aku. Biar kamu inget terus sama aku” jawab Cinta sambil menyodorkan gelang dan figura yang berisi fotoku bersama Cinta.
            “Kenapa kamu ngasih ini ke aku, Cin? Aku nggak bakalan lupa kok sama kamu” tanyaku lagi keheranan.
            “Nggapapa, Syir. Buat kenang-kenangan aja” Dia sungguh berbeda. Tiba-tiba saja dia memberiku hadiah, padahal hari ini bukan hari ulang tahunku.
            Bel pulang sekolah berbunyi. Aku bergegas pulang. Cinta sudah pulang lebih dulu. Akupun mengayuh sepedaku menuju rumah. Tiba-tiba saja saat aku berjalan, aku melihat ada sekerumunan orang. Ada apa? Mengapa banyak sekali kerumunan orang itu. Aku mencoba mendekat. Setelah dekat dan aku lihat, astaga.. itu Cinta. Cinta tergeletak tak berdaya dengan lumuran darah. Cinta mengalami kecelakaan tunggal. Dia menabrak tiang listrik, karena mungkin berjalan begitu cepat.
            Tak lama kemudian orangtua Cinta datang. Diikuti ambulans yang berjalan di belakang motor yang mereka kendarai. Ibunya menangis melihat keadaan Cinta. Akhirnya  mereka segera membawanya ke rumah sakit terdekat. Aku mengikuti mereka dari belakang.
            Deg. Jantungku serasa berhenti berdetak. Melihat Cinta, sahabatku berlumuran darah tak berdaya. Aku menyusul ayah dan ibu Cinta yang tak henti-hentinya menahan tangis. Aku memeluk ibu Cinta untuk sejenak menenangkannya.
            Satu jam kami menunggu Cinta di UGD, setelah itu dokter keluar. Entah apa yang akan dikatakan olehnya, tapi wajah dokter itu terlihat tidak bersahabat.
            “Ibu dan Bapak yang sabar ya. Cinta sudah pergi meninggalkan kita” kata dokter.
            “Maksud Dokter apa?” ibu Cinta menangis sekencang-kencangnya mendengar apa yang dikatakan oleh dokter.
            Ya Allah.. ternyata ini jawaban atas semua pertanyaan-pertanyaanku. Ternyata ini yang membuat Cinta berubah. Ternyata ini alasan Cinta memberiku kenang-kenangan itu. Aku sungguh tidak menyangka, ini begitu cepat terjadi. Walaupun begitu, Cinta tetap sahabat terbaikku dan tidak akan tergantikan oleh siapapun. Semoga kau tenang di alam sana, Cinta.

Risa Pratiwi Siswa kelas XII SMK N 1 Wonosari.

Pemenang Pembinaan Originalitas Lomba Menulis Cerpen 'Rahasia Ilahi' yang diselenggarakan FPNB bulan Januari 2017

 

***
Naskah menjadi hak FPNB

Salam Sastra
SBB

Sila bergabung di
Grup FB www.facebook.com/sastrabukitberbintang
Instagram @sbbGeKa
Twitter @sbbGeKa
 

1 comment:

  1. Betting on casino games | Drmcd
    Betting on casino games · BetMGM. The best casino 보령 출장안마 for US 남원 출장샵 sports bettors · Borgata 화성 출장마사지 Casino. 100% up to 고양 출장안마 $1000 Welcome bonus · Golden 여수 출장안마 Nugget Casino. 100%

    ReplyDelete